Ikhtisar
Penurunan tanah adalah fenomena penurunan tanah. Penurunan muka tanah disebabkan oleh beberapa hal seperti pengambilan air tanah, pemadatan bangunan / alami dan tektonik. Satu-satunya penyebab penurunn tanah yang bisa dikendalikan oleh manusia adalah pengambilan air tanah. Abstraksi air tanah yang masif dan berlebihan akan menyebabkan terjadinya kekosongan air di lapisan pasir. Dalam proses mengisi kekosongan pada lapisan pasir, air akan mengalir dari tanah lempung yang berada di bagian atas dan bawah. Melalui proses tersebut hasilnya lapisan tanah lempung akan terkonsolidasi. Setelah lapisan tanah lempung yang dalam terisi Kembali oleh air, tanah lempung tersebut tidak mungkin bisa seperti kondisi awal. Oleh karena itu, begitu terjadi penurunan tanah, permukaan tanah tentu saja tidak dapat dikembalikan ke tingkat awal. Penurunan muka tanah di Jakarta paling banyak terjadi di Pluit, Cakung dan Cengkareng.
Proyek JICA
Mempromosikan Penanggulangan Terhadap Penurunan Tanah di Jakarta
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Proyek ini juga berkontribusi pada SASARAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. Dalam Proyek, tindakan penanggulangan untuk mengurangi fenomena penurunan tanah disebut sebagai "tindakan mitigasi" sedangkan tindakan penanggulangan terhadap bencana yang disebabkan oleh penurunan tanah seperti banjir dan air pasang disebut sebagai "tindakan adaptasi". Karena Proyek dapat berkontribusi pada pengurangan risiko bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim seperti kenaikan air laut atau curah hujan yang deras, Proyek juga dapat dikatakan menyediakan langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan mengurangi bencana terkait air, Proyek juga akan melindungi masyarakat miskin yang berada dalam situasi rentan. Selain itu, penyediaan sumber daya air alternatif merupakan salah satu tantangan utama dalam Proyek, dengan demikian, hal ini juga dapat berkontribusi pada penggunaan air yang aman dan berkelanjutan.